Kepadamu

Riskia, aku gak tau sebab apa namamu berubah di profil Instagrammu, aku juga gak tau kenapa kamu belakangan ini selalu saja menghindari ucapan sayang yang ku beri kepadamu.
sesekali aku menaruh sangka, namun hatiku remuk redam dihantam kecemburuan dan kebingungan, berakhir pasrah atas kesepian.
berhak apa aku atasmu sayang..
bisa apa aku sayang..
sementara tiap batang rokok yang kuhisap saat sendiri, asapnya keluar dari mulutku bersamaan dengan makian terhadap diri karena tak mampu memilikimu seutuhnya.
kelelahan ini tak lain tak bukan adalah bentuk ketidakrelaan ku atas jarak yang ada.
sayang; aku rindu, aku cemburu.
rindu pada pelukmu, ciummu, kehangatan saat kita saling mendekap.
aku cemburu pada siapa saja yang ada si dekatmu, seharusnya aku lebih dari mereka itu.
aku hancur, tiap kali kamu hilang.
sayang..
fotomu selalu saja menjadi favorit ku di saat aku ingin baik baik saja.
memimpikan berdiri bersamamu adalah hulu semangat yang mengalir deras di tiap hariku.
aku bekerja, berusaha, berupaya dengan sungguh; berharap dengan begitu aku semakin dekat memilikimu (seutuhnya).
semoga kau pun begitu,
semoga kau jaga hanya untukku..

Depok, 31 Mei 2022
Bumi
semoga 

Comments

Popular posts from this blog

kita dan beberapa malam

You